SEKOLAH ALAM SEBAGAI SEKOLAH ALTERNATIF.
Oleh : Asep supriyadi1
Lahirnya otonomi daerah, dengan disyahkannya UU nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, telah mengubah segala peraturan dari yang bersifat sentralis (top down) menjadi proses desentralisasi. Pemerintah pusat telah memberi kewenangan pada daerah agar mengembangkan daerahnya sendiri. Hal itu juga berimbas paada dunia pendidikan yang kemudian melahirkan otonomi dalam dunia pendidikan, sebagai contoh adalah sekolah alam.
Sekolah alam dapat dikatakan sekolah yang menerapkan SBM (school based management). Sekolah alam ini memilki dua kurikulum. Pertama adalah kurikulum yang telah digaris besarkan oleh Depdiknas (Department Pendidikan Nasional) dan kedua adalah kurikulum yang dirancang oleh sekolah alam itu sendiri yang disesuaikan dengan tujuan yang diinginkan dan berdasarkan keputusan bersama yang melibatkan element sekolah baik guru, masyarakat mapun siswa.
Sekolah alam memberikan ruang kepada siwsa untuk bisa memanfaatkan alam atau nilai-nlai alam untuk mengekplorasi potensinya. Kehadiran sekolah alam dapat dijadikan sekolah alternative yang tidak kalah dengan sekolah konvensional. Sekolah alam memilki metode dan gaya tersendiri dalam mentransfer ilmu maupun menstransfer sikap atau nilai. Di samping itu, sekolah alam tidak hanya memiliki landasan yuridis saja. Sekolah alam juga memilki landasan islami yang terilhami oleh ayat al-quran yang banyak menyinggung tentang alam semesta.
Telah diketahui bahwa manusia memilki tiga ranah, kognitif, afektif dan psikomotorik. Sekolah alam sebagai sebuah sekolah alternative dari sekolah konvensional, berusaha mengoptimalkan semua ranah anak. Dalam penggodogan ranah kognitif, sekolah alam ini sama halnya dengan sekolah biasa yakni melakukan transfer of knowledge. Sekolah alam tidak meninggalkan pemberian ilmu untuk nalar logika anak. Namun disamping itu sekolah alam berusaha mengakomodasi dua ranah yang lain yaitu ranah afektif dan psikomotorik.
Sebagai contoh, sekolah alam Nurul Islam, yang beralamat sekitar 300 meter dari jalan ringroad utara tempatnya di daerah gamping, mengaakan outbond sebagai langkah optimalisasi kedua ranah tersebut. Kegiatan outbond itu dimaksudkan agar anak-anak lebih aktif dan menumbuhkan sikap serta nilai bagaimana seorang anak bisa bekerja kelompok (teamwork) dan bagaimana hidup berdampingan dengan lingkungan. Disamping itu juga kegiatan ini untuk menghilankan rasa takut pada anak. Biasanya anak takut terlebih dahulu, padahal setelah mencoba ternyata mereka bisa melakukan itu.
Disamping itu juga, Sekolah alam memilki unsur edutainment yang cocok dipraktekan dalam belajar terutama pada anak-anak karena memadukan antara belajar dengan permainan sehingga belajar menjadi hal yang mengasyikan. Masa anak adalah masa bermain sehingga permainan sangat berpengaruh dan menambah gairah untuk belajar. Setiap permainan pada anak mengandung unsur belajar. Dengan demikian sekolah alam dapat menghilangkan kejenuhan dan kevakuman belajar karena sekolah alam memilki banyak permainan-permainan yang mendidik, salah satunya adalah outbond tersebut. Sekolah ini menyediakan alam sebagi media untuk ekplorasi atau aktualisasi diri sehingga anak-anak terbuka dengan alam yang menjadi sahabat mereka. Karena media yang dekat dengan siswa adalah alam itu sendiri, maka sekolah alam memilki suasana yang lebih fresh sejuk dan cool dan menyenangkan.
When I do I understand, ketika saya melakukan maka saya faham. Konsep itu ditiru oleh sekolah alam. Sekolah alam menerapkan learning by doing agar para siswa faham apa yang telah mereka pelajari. Sebagai contohnya adalah market day yang dimaksudkan untuk mengaflikasikan ilmu hitung dalam dunia jual beli. Disertai pengawasan ustadz-ustazah, Anak-anak dilatih untuk berjual beli. Disamping itu juga, market day ini bertujuan untuk melatih jiwa usaha (entrepreneur) anak. Anak-anak lebih menemukan realitas alam yang sebenarnya alias tidak inklusif dan melatih anak untuk berinteraksi langsung dengan lingkungannya.
Sekolah alam tidak seenaknya saja yang berjalan sesuai dengan semaunya. Sekolah ini juga memilki kurikulum, bahkan kurikulumnya ada dua. pertama kurikulum Depdikas dan kurikulum sekolah alam sendiri. Dalam proses belajar mengajar (PBM), sekolah alam menggunakan Tematic learnig agar pemahaman siswa menjadi utuh. Misalnya siswa belajar tentang air, maka pemahaman tentang air tidak hanya ditinjau dari suatu disiplin ilmu saja melainkan dari berbagi disiplin ilmu yang ada kaitannya dengan air.
Hal yang diperlukan oleh sekolah ini adalah kekretifan dari guru. Dengan guru yang kreatif, diharapkan output dari proses pembelajaran adalah siswa-siswa yang kreatif dan mampu mengaflikasikan ilmu dalam dunia nyata. Meskipun peran guru pada sekolah ini adalah sebagai fasilitator, karena menerapkan sistem student center learning (SCL), maka bukan berarti guru hanya memberikan instruksi saja tetepi guru juga berperan aktif sehingga guru dan siswa menjiwai proses PBM.
Sekolah alam terilhami oleh ajaran al-Quran. Dalam al-Quran banyak anjuran untuk memperhatikan ayat-ayat kauniyah (alam). Salah satu diantaranya adalah ayat 17 dari surat al-gahsyiyah yang memberikan ruang untuk meneliti unta, bagai mana unta diciptakan, bagaimana langit ditinggikan, dan masih banyak lagi pertanyaan yang membuat orang-orang yang cinta pengetahuan termotivasi untuk meneliti dan bertafakur tentang ciptaan Allah SWT. Siswa yang kelak akan terjun dan membangun masyarakat sebagai kholifah fil ardi dilatih untuk meneglola alam. Sekolah alam mengarjakan nilai-nilai kebajikan tentang pemeliharaan alam “wala tufsidu fil ardi ba’da ishlahiha’’. Tidak hanya itu saja, sekolah alam diharapkan mampu melatih jiwa sosial agar peka terhadap realitas sosial sehingga mampu berhadapan dengan kenyataan yang sedang terjadi dan mampu memecahkan persoalan-persoaalan masa kini.
1 Mahasiswa tarbiyah UII angkatan 2007. Berdomisili di pondok pesantren Universitas Islam Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar