Posted by you

Your Titel

Descriptions here

Ngeblog Offline
Posted by you

Your Titel

Descriptions here

Tab View Slide
Posted by you

Your Titel

Descriptions here

tab view sederhana

Jumat, 05 Desember 2008

KATA PENGANTAR
Oleh : Asep supriyadi
Alhamdulilah kita panjatkan pada Allah SWT. atas limpahan karunia dan kasih sayang serta semua potensi yang telah diberikan kepada manusia, termasuk akal dan intuisi, karya-karya arstistik terlahir dari tangan-tangan halus yang bersolek dengan keindahan cipta karsa dan rasa yang berestetika tinggi. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada yang tutur katanya halus penuh budi tinggi dan pemilik jawami’ul kalim Muhammad SAW.
Opini young generation
Di seluruh dunia anak muda membuat sebuah perbedaan (J. Maxwell,2005). Menyimak sedikit kata-kata tersebut, memang, tak dapat dinafyikan bahwa anak muda membuat sebuah perbedaan yang mendasar di setiap negara. Terlepas apakah perbedaan itu mengarah pada hal positif maupun negative karena memang manusia mempunyai kecenderungan menuju dua kutub itu. Namun hanya orang-orang yang sadar akan ontologi dirinya, alam dan Tuhannyalah yang akan menuju kutub positif. “Wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun” our god said.
Lahirnya kemerdekaan negeri ini tidak terlepas dari peran generasi muda. Tahun 1908 kita menganal adanaya budi utomo dengan pergerakannya. Jika kita membaca usianya jelas relative muda. Dua puluh tahun kemudian lahirnya sumpah pemuda. Jika kita bersafari dan bernostalgia ke timur tengah kita mendengar imam syafi’I yang telah hapal al-qur’an sejak usia 7 tahun. Tarik mundur lagi ke belakang pada sejarah ashabul kahfi dan nabi Ibrahim yang terkenal dengan keberanianya, berani menentang rezim yang zhalim, mereka adalah para pemuda. Hal itu tersirat dari diksi redaksi al-qur’an yang menyebutkan kata fathan bagi mereka.
Diksi al-qur’an sangatlah penuh makna mendalam dan memberikan positif psycologis effect terhadap jiwa generasi muda. Efek tersebut memberi space agar generasi muda dapat memanfaatkan potensi yang ada dalam dirinya. Secara normal usia muda adalah usia produktif untuk berkarya. Karya sangat ragam termasuk menulis. Semua orang ada potensi untuk menulis apalagi jika dibarengi dengan keinginan yang kuat. If there is a will there is a way.
Seorang penulis, Andre gide, mengatakan ”ada potensi yang besar pada setiap diri manusia. Percayalah pada kekuatan dan masa muda anda”. Kata-kata tersebut bahwa ada potensi besar yang layak untuk dimanfaatkan sebagai ungkapan rasa syukur (tasharuful abdi lima khuliqo liajlihi) atas segala nikmat yang telah diberi.
Menurut versi Lukas pasal 2 mengisahkan ketika Isa (nasrani bilang Yesus) ia menghadiri hari raya paskah, orang tuanya kehilanagannya. Orang tuanya menyangka bahwa Isa ada disampingnya. Sadar ia tidak ada langsung saja orang tua mencari. Ketika itu ia dijumpai sedang di bait Allah bersama alim ulama, mendengarkan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Para ulama pun heran dengan anak muda yang sangat memahami dan bijak itu. Maklum saja ketika itu usia Isa baru 12 tahun.
Generasi muda dalam jurnalistik
perkembangan dunia tulis menulis 7 tahun terakhir ini sungguh menggembirakan. Penerbitan buletin, newsletter, jurnal, koran, tabloid, majalah, hingga buku, bermunculan di mana-mana. Media teks tersebut terus tumbuh, meski tidak sedikit yang akhirnya mati muda. Dari sekian banyak perkembangan media teks ini, ternyata ada satu benang merah yang dapat di temukan, yaitu dijadikannya golongan muda sebagai konsumen. Golongan yang dalam term psikologi sedang mencari identitas diri dan makna hidup. Namun, tidak semata-mata sekadar menjadi konsumen, sebagian dari mereka juga terdorong untuk produktif menghasilkan karya.
Munculnya penerbit-penerbit gang (alternatif) dan newsletter-newsletter, yang sebagian besar digerakkan oleh orang-orang muda, menjadi sedikit bukti betapa golongan muda juga mampu tampil sebagai subjek.Bukti lain keprigelan keberaksaraan anak-anak muda ini dapat kita temui dari tulisan artikel yang termuat di media massa, bahkan buku.
Kalau dicermati, ada kenyataan menarik yang dapat kita temukan ketika membaca media cetak (koran), khususnya setahun terakhir ini. Tidak sedikit koran yang secara khusus menyediakan space untuk memuat tulisan mahasiswa. Sebagi contoh Forum Pembaca & Akademia (Kompas Jateng), Prokon Aktivis (Jawa Pos, Surabaya), Debat (Suara Merdeka, Semarang), Masalah Kita dan Universitaria (Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta) secara teratur memuat tulisan para generasi muda (mahasiswa dan pelajar).
Agus M Irkham, eksponen oase BACA! Semarang, Komunitas Pasar Buku Indonesia mengatakan bahwa Kenyataan ini membawa tiga tafsir. Pertama, media hari ini lebih memberikan ruang bagi golongan muda, termasuk mahasiswa, untuk menegaskan keberadaannya lewat tulisan. Menyediakan tandon atau penampung bagi kegundahan dan keresahan yang tengah dialami. Suara, ide, dan cita-cita generasi muda didengar. Tentu saja ini sangat positif, apalagi jika ditinjau bahwa mahasiswa yang identik dengan kalangan muda adalah sebagai agent of change and social control.
Tafsir kedua, aktivitas keberaksaraan generasi muda kian meningkat. Berupa kesadaran pentingnya membaca (buku), Karena sebelum sampai pada aktivitas menulis terlebih dahulu harus membaca. Kalau tidak membaca, maka apa yang akan ditulis. membaca yang efektif adalah membaca yang disertai pula dengan keinginan untuk menceritakan kembali, baik dengan bahasa lisan maupun tulisan.
Tafsir ketiga, sebenarnya ini bagian dari strategi dagang juga. Bagian dari upaya mengikat konsumen yang sudah mapan sekaligus ekspansi atau perluasan pasar. Tidak ada yang salah dengan logika demikian. Hanya saja, teramat sayang jika generasi muda lebih memilih menjadi penonton atau konsumen akhir yang ndlohom, diam, anteng, tidak berdaya. Menuruti kehendak produsen tanpa ada upaya untuk ambil bagian dalam bisnis, yaitu ikut mengisi koran dengan menulis artikel.
Akhirnya ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Feri, Icha, Azam, Faisal Syahreza, Langgeng P. Anggradinata, Ferdinan De Jecson Saragih dkk. atas dedikasi yang telah diberikan dengan wujudnya buku ini. Buku ini dimaksudkan untuk persembahan kepada teman kita yang telah berada di surga-Nya. Nisa aminatul hajj rahimahullah, dan kepada seluruh pembaca. Semoga amal baiknya diterima dan dihapus kesalahnanya. Amiin.

Pertapaan condrodimuko
Yogyakarta, 19 Agustus 2008
Asep supriyadi

Tidak ada komentar:

 
Untuk tampilan terbaik blog ini gunakan Mozilla Firefox Green Template is proudly powered by Blogger.com | Template by Amatullah | Template Design